Jumat, 24 September 2010

Mengenal Tambang Batubara Bawah Laut Ikeshima


Penambangan batubara di Indonesia pada umumnya dilakukan diatas permukaan tanah meski dibeberapa tempat penambangan dilakukan dibawah tanah (underground mining) seperti di Sawah Lunto, Sumatera Barat. Di Indonesia, penambangan bawah laut belum pernah dilakukan. Sejarah penambangan batubara bawah laut sudah dilakukan Pemerintah Jepang di Pulau Ikhesima.

Pulau Ikhesima terletak 256 km Ohaja Kamiura Ikeshimakyo, Sotomecho Nishisonogi-gun, Nagasaki Prefecture. Sekitar 7 km ke arah barat di lepas pantai dari pantai barat semenanjung Nishisonogi. Sedangkan ukuran dari pulau tersebut adalah dari Timur-barat 1,5 km, utara-selatan 1,0 km, keliling 4,0 km, luas 0,86 km2. Jumlah konsesi tambang yang dimiliki 70, dengan luas 35.500 ha. Cadangan batu bara tertambang teoritis ±1,7 milyar ton dan Cadangan batu bara tertambang terbukti ±270 juta ton

Secara geografis seluruh permukaan pulau ditutupi oleh lapisan konglomerat zaman kuarter dan batuan andesit basalan dari zaman Neogene, serta di bawah permukaan laut terdiri dari lapisan Palaeogene. Dari atas berturut-turut terbagi menjadi formasi Nishisonogi, formasi Matsushima, formasi Terajima dan formasi Akasaki. Batuannya terdiri dari batu pasir dan serpih atau mudstone, di beberapa tempat terdapat sisipan tipis lapisan konglomerat. Batuan alasnya adalah granit atau crystalline schist.

Di bagian atas formasi Matsushima terdapat formasi pembawa batu bara. Lapisan batu baranya terdiri dari lapisan batuan atas, lapisan atas dari lapisan 18 shaku, lapisan bawah dari lapisan 18 shaku, lapisan 3 shaku dan lapisan 4 shaku. Jurus lapisan tanah mengarah kurang lebih ke timur-barat di sekitar Ikeshima dan mengarah kurang lebih ke utara-selatan di sekitar Hikishima. Kemiringannya landai, masing-masing 1~10 derajat ke selatan dan timur. Struktur geologinya relatif stabil.

Dalam melaksanakan ekstraksi batubara di Ikhesima, Pemerintah Jepang menerapaan teknologi yang cukup komplek. Berikut data-data penambangan bawah tanah di Ikhesima :

Jalan udara dan gate : panjang gate 400~1000 m, Metode ekstraksi batu bara long wall sistem mundur Panjang permuka kerja : 100~180 m.  Penyanggaan : IS-14 shield type self advancing support, Mesin ekstraksi : 3300V multi motor type (DR-900) drum cutter, 60kw electric haulage (DR-500) double ranging drum cutter, AFC 225kw×2 3300V pole change.

Tambang Ikeshima yang mulai dibangun tahun 1952 saat ini telah ditutup dan telah beralih fungsi menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tambang Batubara Bawah Tanah. Program alih teknologi ini telah menghasilkan lulusan dari 27 negara, antara lain dari Indonesia, RRC dan Filipina, total lebih dari 420 orang.

Rombongan Kementerian ESDM dipimpin Ka.Badiklat ESDM pada saat itu dijabat Bapak Irwan Bahar, berkesempatan mengunjungi Pusat Pelatihan Teknologi Tambang Batubara di Ikeshima pada tanggal 19 Januari 2009. Dalam kunjungan tersebut, rombongan sempat mengunjungi fasilitas pelatihan surface dan underground, meninjau ruang kelas untuk melihat suasana belajar, dan melakukan dialog dengan para peserta pelatihan.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar